Untuk Menarik Jumlah Pengunjung Muslim, Kamboja Siapkan Sertifikasi Halal

Salah satu negara di Asia Tenggara, Kamboja tengah berusaha untuk menarik lebih banyak wisatawan atau turis muslim. Negara ini sedang mempersiapkan standard sertifikasi halal untuk restoran beserta produsen makanan.

Saat ini belum terdapat standard halal yang diakui secara resmi di Kamboja. Hal ini membuat muslim lokal ataupun turis khawatir dengan kurangnya transparansi produk makanan halal. “Ada beberapa pengunjung yang kebingunan mengenai restoran halal. Terdapat beberapa restoran yang hanya menempatkan logo halal akan tetapi untuk produknya tidak halal,” Mata Mao Hasan yang merupakan agen yang mengkhususkan diri pada tur untuk muslim.

Dirinya mengatakan bahwa turis muslim mendapat kesulitan ketika berhubungan dengna makanan dan ibadah di Kamboja hal ini dikarena Kamboja yang merupakan negara Buddhis hanya memiliki populasi muslim di bawah 2 persen.

Sebagai salah astu bentuk untuk menarik turis muslim, pemerintah Kamboja mencari dukungan dan bantuan teknis dari pakar Malaysia untuk menerapkan standardarisasi praktik halal. Sertifikasi pertama kemungkinan akan selesai pada pertengahan 2017.

“Ketika praktik halal berada di ditempatnya dan diatur dengan baik, maka akan bermanfaat dan mendukung industri pariwisata Kamboja,” kata Mao Hasan.

Sebuah komite khusus telah dibentuk oleh pemerintahan Kamboja termasuk diantaranya pejabat dari 12 kementerian dan Dewan Juri untuk mengawasi peluncuran dari standarisasi praktik halal. Jumlah wisawatawan dari negara mayoritas muslim sendiri tengah tumbuh dengna cepat. Pada September tahun ini lebih dari 100 ribu warga Malaysia dan 20 ribu turis Indonesia juga terdapat berkunjung ke Kamboja.

Pertumbuhan yang cepat ini juga terjadi pada turis asal Timur Tengah diantaranya Yordania, Suriah dan Yaman. Akan tetapi turis asal Timur Tengah masih sangat kecil yaitu sekitar 4 ribu penjunjung.