Hotel Korea Selatan Mulai Masukan Menu Halal Untuk Wisatawan Muslim

Dengan semakin bertambahnya hotel bintang lima di Seoul, tentunya semakin menambah jumlah menu makanan yang dapat dinikmati oleh wisatawan tidak terkecuali oleh wisatawan muslim. Media ternama Korea Selatan, Yonhap melaporkan bahwa telah terjadi peningkatan jumlah hotel mewah yang menawarkan makanan halal pada restorannya.

Industri perhotelan dan wisata lokal Korea Selatan tengah menjadi mencari cara untuk meningkatkan kenyamanan bagi para wisatawan muslim yang mulai tumbuh dinegara gingseng tersebut. Hal ini tidak terlepas dari budaya pop Korea yang meningkat pesat melalui industri K-Pop dan juga wisatawan muslim yang melakukan pemeriksaan kesehatan di Korea.
hotel-korea-selatan-mulai-masukan-menu-halal-untuk-wisatawan-muslim
Untuk mengejar tren ini, Restoran di hotel-hotel ternama Seoul mulai memperbanyak tren makanan halal. Menurut buku pedoman halal yang dibuat oleh KTO atau Organisasi Pariwisata Korea, seluruh restoran di Plaza Hotel dan Lotte Hotel akun poker telah termasuk dalam restoran ramah muslim.

Plaza Hotel juga telah menyediakan Quran menyebutkan bahwa telah terjadi peningkatan jumlah wisatawan muslim yang naik lebih dari 10 persen untuk beberapa tahun terakhir. Lotte Hotel yang memiliki 5 hotel dengan 5 restoran ramah muslim yang telah disertifikasi oleh KTO mengatakan bahwa peningkatkan serupa juga dialami oleh Lotte Hotel yaitu sebesar 10 persen untuk 3 tahun terakhir.

Sementara itu, Intercontinental Seoul COEX juga telah merekrut seorang chef spesialis dalam mengolah makanan halal. Chef tersebut akan bertanggung jawab pada bagian menu makanan agen poker Arab di Asian Live yang merupakan salah satu dari 4 restoran di hotel mewah yang berada di bagian selatan Seoul tersebut.

Jumlah wisatawan yang mengunjungi Korea Selatan situs poker telah mengalami peningkatan dari 541.518 pada tahun 2012 menjadi 725.504 pada tahun 2014. Untuk periode January hingga September tahun ini saja jumlah yang tercatat telah mencapai 708.297.

LPPOM MUI Menjalin Kerjasama Dengan GS1

Kemajuan teknologi ikut berperan dalam pengembangan halal di masyarakat. Untuk memberikan dan menghasilkan informasi halal yang akurat dan kredibel, LPPOM MUI menjalin kerja sama dengan GS1.

Mengingat pentingnya penyebaran informasi telah membuat para pelaku usaha berusaha untuk memberikan alternatif informasi Sbobet Mobile yang cepat, mudah dan tentunya murah. Iot atau Internet of Things merupakan salah satu hal bagian untuk mewujudkan hal tersebut mengingat saat ini telah menjadi pola masyarakat dalam mencari informasi.

Oleh karena itu, LPPOM MUI selaku lembaga yang menangani sertifikasi halal di Indonesia bekerja sama dengan GS1 Indonesia. Perusahaan berstandar global tersebut fokus pada identifikasi penomoran barcode internasional.
lppom-mui-menjalin-kerjasama-dengan-gs1
Kesepakatan kerjasama bertempat di Grand Ballroom Hotel Pullman Jakarta. Penandatanganan kerjasama ini juga disertai dengan acara GS1 Indonesia Member Gathering 2016. Penandatangan MOU ini dilakukan oleh Dr. Ir. Lukmanul Hakim M.Si yang merupakan Direktur LPPOM MUI dan juga Thaft Guritno yang merupakan CEO GS1 Indonesia. Kedua orang tersebut turut didampingi oleh Wakil Direktur LPPOM MUI, IR. Sumunar Jati dan Chief Operation Officer GS1 Okkeu Solichin.

Lukmanul Hakim menyampaikan bahwa LPPOM MUI berharap untuk dapat memberikan informasi yang jelas, kredibel dan transparan bagi konsumen akun Sbobet dan produsen melalui kerja sama ini. Di era keterbukaan seperti ini, informasi yang jelas telah menjadi hal memiliki nilai lebih bagi produk yang akan digunakan atau dikonsumsi termasuk diantaranya adalah informasi halal yang akurat.

“Saya yakin dengan program GS1 akan menjadi salah satu jawaban dari era keterbukaan informasi. Ini akan menjadi jembatan bagi produk halal untuk mendunia. Hal ini juga akan sangat berguna untuk perdagangan internasional. Dengan barcode ini kami ingin produk halal Indonesia dapat go internasional,” kata Lukmanul Hakim.

Dalam kesempatan yang sama, GS1 Indoensia juga turut melakukan soft launching aplikasi GS1 id mobile apps yang berguna untuk mengakses informasi produk konsumsi. Salah satu informasi yang akan muncul pada aplikasi tersebut adalah katalog produk dengan ditambahkan otentifikasi sertifikat halal. Untuk mendukung otentifikasi tersebut, aplikasi GS1 ini akan mengambil data dari produk dengan sertifikat halal dari data center yang dibangun oleh LPPOM MUI.

“Informasi mengenai ijin edar BPOM, SNI, higienis, alergi hingga sertifikat halal kini dapat ditemukan dengan aplikasi GS1 id mobile apps,” kata Okkeu Solichin.

GS1 id sendiri adalah layanan aplikasi yang berbasis pada aplikasi katalog produk judi Sbobet yang menawarkan informasi akurat, perlindungan konsumen dan tentunya terpercaya. Dengan andanya aplikasi ini tentunay tingkat kepercayaan konsumen pada produk yang akan dikonsumsi. Aplikasi ini akan segera tersedia untuk sistem operasi Android dan iOS.

Menteri Malaysia Sebut Restoran Tanpa Sertifikat Halal Tidak Berarti Haram

Sertifikasi halal merupakan menjadi bagian pengukuhan kehalalan dari sebuah restoran. Akan tetapi bukan berarti, restoran tanpa sertifikasi halal tersebut berarti haram. Jamir Khir Bahrom, menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia mengatakan bahwa muslim tidaklah seharusnya berasumsi bahwa tempat makanan yang tidak memiliki sertifikat halal secara otomatis berarti haram.

Jamir Khir yang mengurusi bidang Islam ini mengatakan bahwa banyak bisnis yang dimiliki muslim belum memiliki sertifikasi halal dari Jabatan Kemajuan Islam Malaysia atau Jakim. “Kita tidak dapat menarik kesimpulan yang sangat picik seperti itu. Banyak gerai nasi lemak Melayu, roti canai dan makan lainnya yang belum memiliki sertifikasi. Apakah gerai tersebut haram dan orang yang jumlahnya banyak untuk makan disana itu berarti mengonsumsi produk haram,” kata Jamir.
Pemerintah Malaysia Diminta Membuat Logo Halal Untuk Produk Buatan Muslim
Dirinya juga mengatakan bahwa tidak perlu bagi tempat makan untuk mendapatkan sertifikasi halal akan tetapi dianjurkan untuk mendapatkan sertifikasi tersebut untuk mencegah kebingungan konsumen selain itu dirinya untuk menekan kan untuk para pihak otoritas yang menangani sertifikasi ini untuk tidak main-main dengan proses sertifikasi karena ini urusan dengan umat.

“Kami paham bahwa dengan adanya sertifikasi ini, para pelaku bisnis dapat mendapatkan kepercayaan lebih dari konsumen,” kata Jamir. Makanan dan minuman juga dapat diganti nama agar tidak membingungkan konsumen terutama untuk daerah perdesaan ataupun daerah yang memiliki tingkat pendidikan yang tidak begitu baik. Beberapa makanan tersebit contohny adalah root beer ataupun hot dogs.

“Ketika anda mengucapkan root beer, orang diperdesaan yang masih terjangkau informasi akan bertanya apakah ini adalah root atau beer. Situasi ini jelas sekali sangat membingungkan. Oleh karena itu diperlukan sertifikasi halal untuk memastikan produk tersebut halal atau tidaknya,” kata Jamir Khir.

Belum lama ini pelaku industri makanan Malaysia dihebohkan oleh gagalnya proses sertifikasi halal yang dilakukan oleh pretzel Auntie’s Anne yang gagal mendapatkan sertifikasi halal karena terdapat menu pretzel dog.

Jakim sendiri mengklarifikasi kabar tersebut dan mengatakan bahwa pemasalahannya merupakan masalah teknis walaupun dalam buku pedoman Jakim sendiri terdapat pedomain untuk makanan halal yang tidak boleh terdapat kata yang sama dengan nama produk haram seperti bacon, bir ataupun ham.

Karena Gunakan Kata “Dog”, Gerai Makanan Di Malaysia Sulit Dapatkan Sertifikat Halal

Gerai makanan di Malaysia kelihatannya perlu mencari nama lain untuk hotdogs. Hal ini disebabkan oleh sulitnya mendapatkan sertifikasi halal di Malaysia dikarena nama kata “Dog” yang digunakan pada hotdogs.

Jabatan Kemajuan Islam Malaysia atau JAKIM mengatakan bawha lembaga yang mengeluarkan sertifikasi halal tersebut telah menyertakan nama makanan lainnya yang menggunakan kata “dog”. Keputusan ini disampaikan oleh Sirajuddin Suhaimee setelah adanya keluhan wisatawan muslim dari luar Malaysia. Sirajuddin Suhaimee sendiri adalah Direktur Halal Hub JAKIM.

“Produk apapun tidak boleh membuat konsumen bingung. Jika perlu diubah maka akan diubah. Dalam Islam sendiri, anjing merupakan hal yang dianggap haram sehingga apapun yang berhubungan dengan hewan tersebut tidak bole dihubungkan dengan sertifikat halal,” kata Sirajuddin.
Karena Gunakan Kata "Dog", Gerai Makanan Di Malaysia Sulit Dapatkan Sertifikat Halal
Di Malaysia sendiri terdapat banyak pedagang kaki lima dan restoran halal yang menjual hotdogs. Menurut Sirajuddin, JAKIM akan segera melakukan pemeriksaan secara bertahap pada gerai-gerai tersebut terutama untuk gerai yang sertifikasinya akan habis atapun sudah habis karena sertifikasi hanya berlaku untuk 2 tahun.

Sebuah gerakan yang dilakukan oleh jaringan pretzel Amerika Serikat, Auntie Anne’s yang telah memiliki gerai sebanyak 45 yang tersebar di seluruh Malaysia. Auntie Anne’s tidak ragu mengubah nama Pretzel Dogs miliki mereka mnejadi nama lain mengikuti saran dari otoritas keagamaan Malaysia.

“Ini adalah masalah kecil. Kami tidak ada masalah dengan pengubahan nama tersebut dan kami telah berkordinasi dengan kantor pusat di Amerika Serikat untuk mencari nama yang cocok,” kata Farhatul Kamillah Mohamed Sazali dari Auntie Anne’s Malaysia.

Sirajuddin juga mengiyakan bahwa penggunaan nama Pretzel Dogs juga menjadi perhatian. Dirinya menyampaikan bahwa JAKIM tidak akan mempertimbankan kata ajing karena merujuk pada hewan. “Lebih baik jika merka menggunakan pretzel sausage,” sara Sirajuddin.

Sebelumnya, Jakim mengatakan bahwa aplikasi sertifikasi halal dari Aunti Anne’s tidak dapat diproses karena masalah teknis. Akan tetapi setelah dilakukan perbaikan pada bagian teknis tersebut, sertifikasi hala Auntie Anne’s Malaysia telah memproses sertifikasi halal berikut dengan dapur pusat yang tengah diaudit oleh JAKIM.

Adapun keputusan mengenai penggunaan kata dog ini menimbulkan berbagai reaksi di media sosial Malaysia. Salah satunya adalah pengguna Facebook yang mengtakan bawah agama merupakan hal pribadi sehingga orang-orang yang berada di pemerintah ataupun sertifikasi halal tidak menjadi penasihat bahasa Inggris.

Komentar lainnya adalah merekomendasikan untuk menganti nama anjing di toko hewan menjadi sosis. Sirajuddin sendiri menganggap kritik tersebut merupakan hal yang normal. “Kami sedang melakukan pekerjaan kami dan hal ini sesuai dengan hukum Malaysia,” kata Sirajuddin.

Apakah Daging Hiu Halal Untuk Dimakan ?

Walaupun tidak banyak akan tetapi ada rumah makan yang menyediakan daging ikan hiu. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan aturan konsumsi daging ini dalam hukum Islam?

Ikan hiu merupakan salah satu jenis ikan karnivora yang ganas. Akan tetapi, walaupun tergolong karnivora yang ganas, ikan ini dijadikan bahan makanan terutama di Cina terutama untuk bagian sirip hiu yang bernilai tinggi.

Beberapa rumah makan di Indonesia terutama yang berada di daerah pinggir pantai menyediakan makanan yang diolah dari daging hiu. Kehalalan dari agen togel daging hiu sendiri masih menjadi tanda tanya. Ada umat Islam yang mengonsumsi makanan olahan ikan hiu ada juga yang ragu mengonsumsinya dikarena terdapat hadits yang melarang umat muslim untuk mengonsumsi hewan bertaring dan buas.
Apakah Daging Hiu Halal Untuk Dimakan ?
Dalam Jurnal Halal No. 119/2016 dari LPPOM MUI, terdapat pembahasan hukum dari mengonsumsi daging hiu. Walaupun terdapat hadits yang berasal dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Nabi bersabda bahwa setiap binatang buas yang ebrtaring tidak dapat dimakan atau haram.

Hadits lainnya dari Ibnu Abbas juga menuliskan bawha Nabi melarang memakan setiap binatang buas yang memiliki taring dan juga setiap jenis burung yang memiliki kuku yang digunakna untuk mencengkeram.

Tetapi bila dilihat dari teks hadits dan Asbabul Wurud hadits yang menjelaskan masalah binatang buas, para ulama mengatakan itu berlaku terbatas hanya bagi binatang darat. Tidak termasuk binatang air, ikan atau hewan laut. Sebab untuk hewan laut ada dalil (nash) lain bersifat Lex Specialis (ketentuan khusus) yang menyatakan kehalalan konsumsi hewan laut.

Sementara itu, dalam Al-Qur’an disebutkan Allah berfirman yang artinya: “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut.” (Q.S. Al-Maidah: 96)

Dari Ibnu Umar, Rasulullah saw bersabda, “Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa.” (H.R. Ibnu Majah).

Ibnu Hajar Al-Asqolani bandar togel pun mengatakan, “Tidak ada perselisihan para ulama bahwa ikan adalah jenis binatang yang dihalalkan. Yang terdapat perselisihan di antara mereka adalah hewan air yang memiliki bentuk yang sama dengan hewan darat seperti manusia, anjing, babi dan ular.”

Ayat dan hadits yang telah disebutkan menunjukkan sekaligus menjadi dalil bahwa hewan laut itu halal dikonsumsi. Jikalau ada perbedaan pendapat, seperti anjing laut atau babi laut, maka relatif tidak signifikan. Karena Jumhur Ulama sepakat bahwa hewan laut itu halal.

Jurnal Halal menyebutkan para ulama sepakat bahwa semua jenis ikan laut itu hukumnya halal Teman 4D untuk konsumsi. Kecuali yang menimbulkan mudhorot atau bahaya bagi kesehatan manusia. Dengan ketentuan ini, maka hewan laut yang ganas dan buas seperti hiu atau berbentuk seperti anjing laut dan babi laut, secara umum hukumnya halal.

sumber: detik.com